Wednesday, September 28, 2016

Film Uang Panai - Film komedi Anti Mainstream













Film "Uang Panai" - Film komedi yang perlu ditonton tahun ini

Belum lama ini nonton Uang Panai, film komedi yang sangat menghibur dan bikin ngikik ngikik sepanjang film. Dan ini film yang spesial sekali menurut saya. Kenapa spesial??

Pertama, ternyata ini film buatan sineas muda Makasar, diproduksi di Makasar, dan semua aktor dan aktrisnya orang Makasar, dan sepanjang film menggunakan bahasa Bugis (dgn subtittle bahasa Indonesia). Sebagai pencinta film indonesia,  jarang banget liat film asli produksi daerah yang diputar di bioskop nasional. Film ini disutradarai oleh Asril Sani dan Halim Gani Safia, dengan pemain pemain asli daerah seperti Ikram Noer, Nur Fadillah,  duo Tumming dan Abu (seleb Sosmed terkenal asal Makassar). Ada juga Katon Kla Project dan Jane Shalimar yang jadi cameo selintasan lewat.

Kedua, cerita film "Uang Panai" mengangkat budaya lokal dg kemasan kekinian. Uang Panai adlh "uang mahar"di budaya orang Bugis Makassar, yg seringkali ditentukan oleh orang tua perempuan. Karena tingginya Uang Panai, banyak pasangan tidak jadi menikah dan bahkan jadi kawin lari. Film ini adlh sebuah kritik sosial terhadap budaya "Uang Panai" di masyarakat Bugis, yang disampaikan dg cara cerdas dan sangat ngepop. Bagian fenomena bintang youtube, fenomena budaya selfie akut di berbagai adegan dalam film ini jg bikin "Uang Panai" jadi kekinian banget.

Sayangnya, film ini ga banyak diputer di bioskop 21. Di Jakarta, cuma diputer di studio Sunter Mall , Metropole, dan Blok M Square. Tapi waktu saya nonton di Sunter 21 Jakarta Utara, penontonnya cukup banyak. Bahkan informasi dari salah satu penjaga studio, sejak film Uang Panai diputar, banyak kedatangan penonton rombongan dari pekerja pelabuhan Tanjung Priok yang memang banyak orang orang Makasar.


Ketiga, yang saya perhatikan disepanjang film ini ada seliweran muncul brand bisnis bisnis daerah, yang kemungkinan besar adalah para sponsor ilm ini,  seperti Dealer Mobil Haji Kalla, Bank Sulsel, dll. Ini sebenarnya menunjukkan film produksi asli daerah sangat mungkin untuk mendapatkan investor lokal.

Saya pribadi sih pingin lebih banyak lagi lihat film dari daerah yang mengangkat budaya lokal kayak gini.
Ga perlu harus melibatkan aktor aktris kelas nasional dg budget miliaran. Cukup dengan cerita kuat dan disampaikan dengan cara yg sangat menarik. Film Uang Panai ini adlh bukti kalo film produksi daerah pun bisa menembus bioskop nasional.

No comments: