Berwisata ke Karet Bivak, Pusara Para Pesohor Negri ini




Berwisata ke Taman Pemakaman ? Kenapa Nggak?  

Banyak TPU (Taman Pemakaman Umum) di Jakarta sudah tidak seperti dahulu lagi yang lekat dengan kesan seram dan spooky. Kini banyak TPU menarik untuk dikunjungi, ditambah juga suasananya yang tambah asri, bersih,  dan nyaman untuk disambangi, layaknya seperti berjalan jalan di Taman. 




Belum lama saya berkunjung ke TPU Karet Bivak, niat awalnya mau mencari pusara Chairil Anwar sang pujangga yang terkenal dengan puisi puisinya yang tak lekang oleh waktu.  Setelah sampai ke tempat ini, ternyata ada banyak hal menarik saya temukan disini. Taman Pemakaman Karet Bivak ini cukup spesial, selain letaknya di pusat Jakarta dan dikelilingi oleh gedung gedung pencakar langit, disini tenyata byk dimakamkan para Pahlawan Nasional dan nama nama pesohor berbaur dengan makam rakyat biasa.



Ada satu pemandangan menarik begitu memasuki kawasan Pemakaman. Dari mulai gerbang masuk, hingga di bagian dalam, banyak terpasang  spanduk resmi pengelola TPU tentang himbauan kepada masyarakat untuk menghindari bayar pungli saat pengurusan makam. Upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memberantas pungli yang dilakukan oleh para "preman"   di berbagai komplek pemakaman di Jakarta memang patut diacungi jempol. 

Makam para Pahlawan Nasional ditandai dengan bendera merah putih di tiap makam. Nama nama besar yang dimakamkan disini antara lain Ibu Fatmawati, Ismail Marzuki, M.Husni Thamrin, Benyamin S, dan Chairil Anwar dll.  Saya "menjelajah" komplek pemakaman ini dengan diantar oleh Pak Ahmad, salah satu penjaga makam yang sudah dua generasi bekerja disana.





Menurut Pak Ahmad, di TPU ini makam Bu Fat dan Chairil Anwar yg paling sering dikunjungi orang dan peziarah. Menurut salah satu penjanga makam, Makam Bu Fat sering dikunjungi dari peziarah dari berbagai daerah, termasuk para simpatisan Partai PDI-P yang sering berkunjung secara rombongan. Sedangkan makam Chairil Anwar, kerap dikunjungi para mahasiswa saat Peringatan Hari Sastra di Bulan April, yang memang diperingati sesuai hari kematian Chairil Anwar, yaitu 28 April.

Makam Chairil Anwar bentuk makamnya sangat unik. Nisan di pusara sang Penyair berbentuk seperti tugu mini yg katanya dibuat untuk menyerupai pena. Tertulis di sisi pusara, Makam tersebut diresmikan pemugarannya kembali oleh Gubernur Jakarta Wiyogo Atmodarminta. Di badan tugu maka, terukir sepenggal bait sajak : "Aku ini binatang jalang. Dari kumpulan yang terbuang."

Dari banyaknya makam para pesohor disini,  sebenarnya Pemprov DKI bisa mengangkat TPU Karet Bivak ini sebagai potensi wisata Jakarta dan mempromosikannya sebagai salah satu destinasi wisata alternatif yang menarik untuk dikunjungi. Seperti halnya Taman Pemakaman Pere Lachaise di Paris, yang dikenal sebagai taman pemakaman banyak para pesohor Prancis dan dunia, termasuk Jim Morrison dari The Doors, dan begitu banyak dikunjungi wisatawan. 
Dari jalan jalan di TPU Karet Bivak ini, saya pun dapat inspirasi untuk menulis satu puisi yang saya dedikasikan untuk Chairil Anwar , sebagai berikut 
-Aku Ingin Mengenangmu Seribu Tahun Lagi-

Kepada Engkau yang melampaui waktu.
Kusampaikan rasa rinduku yang menggebu.
Rasa rindu yg kerap menjadi pilu dalam kalbu.


"Tak perlu sedu sedan seperti itu.
Aku hanya binatang jalang, hidupku sekali berarti sudah itu mati", begitu dahulu ujarmu selalu.

Tapi sungguh, aku akan lebih tak perduli
Karena aku ingin mengenangmu untuk seribu tahun lagi






No comments:

Baca Juga Yang Satu Ini

Ada Xanana Gusmao di Perayaan Mandi Mandi di Kampung Tugu tahun ini

Tahukah Anda, di ujung utara Jakarta, ada sebuah kawasan yang merupakan kampung Kristen tertua di Jakarta dan juga di Indonesia?  ...